Text
Komunikasi Krisis: Strategi Mengelola Krisis Sosial Dalam Dakwah
Buku ini membahas fenomena bagaimana dakwah di era digital seringkali berhadapan dengan krisis sosial—mulai dari potongan ceramah yang dipelintir hingga pernyataan dai yang menimbulkan kontroversi. Di tengah derasnya arus media sosial, dakwah bukan lagi sekadar penyampaian pesan keagamaan, melainkan juga seni mengelola komunikasi agar tetap menjaga marwah, wibawa, dan kepercayaan publik.
Melalui kajian teori komunikasi krisis (seperti Situational Crisis Communication Theory dan Apologia Theory), buku ini menyajikan analisis atas kasus nyata yang menimpa KH. Imaduddin Utsman. Kontroversi ceramah beliau tentang nasab Ba‘alawi menjadi pintu masuk untuk memahami bagaimana sebuah pesan dakwah bisa memicu polarisasi sosial dan bahkan menimbulkan konflik terbuka.
Penulis menegaskan bahwa komunikasi krisis dalam dakwah tidak cukup hanya berupa klarifikasi, tetapi harus melibatkan strategi yang cepat, transparan, empatik, konsisten, serta mampu mengubah kontroversi menjadi ruang dialog. Buku ini menawarkan panduan praktis bagi para dai, lembaga dakwah, maupun siapa saja yang bergerak di ranah komunikasi publik agar mampu menghadapi badai krisis di era digital dengan tetap menebar nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain